TOP NEWS

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Maecenas mattis nisi felis, vel ullamcorper dolor. Integer iaculis nisi id nisl porta vestibulum.

Senin, 11 November 2013

PEMUDA CIKAL BAKAL BANGSA



PEMUDA, NEGARA MENANTI KIPRAHMU
(Renungan Peringatan Hari Pahlawan dan Hari Sumpah Pemuda)


Oleh : Ir. RAMAYANTI JAPARA


“..Beri Aku 100 pemuda, maka Aku akan menggoncangkan dunia…” Ir. Soekarno.

Hari Pahlawan Nasional, 10 Nopember dan hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, adalah dua momentum sejarah dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia yang dimotori oleh kaum pemuda bangsa Indonesia.   Memang, banyak catatan dalam sejarah hingga saat ini telah membuktikan bahwasanya pemuda merupakan salah satu pilar yang memiliki peran besar dalam perjalanan berbangsa dan bernegara.   Begitu juga dalam lingkup kehidupan bermasyarakat, pemuda merupakan satu identitas yang potensial dalam tatanan masyarakat sebagai penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber insani bagi pembangunan Negara.

Dalam undang-undang Kepemudaan, UU RI Nomor 40 tahun 2009, menyatakan bahwa yang disebut pemuda adalah warga Negara Indonesia yang berusia 16-30 tahun, secara statistic populasinya adalah 37,8 % dari total penduduk.   Diprediksi bahwa pada tahun 2015 jumlahnya akan mencapai 87 juta jiwa.

Dengan populasi sebesar itu maka pemuda menyandang peran sebagai agen perubahan (agent of change) dan agen kontrol sosial (agent of social control) dalam masyarakat.   Taufik Abdullah menyatakan bahwa pemuda merupakan elemen potensial dalam suatu Negara oleh karena pemuda memiliki :

1.    Kemurnian idealisme.
2.    Semangat, spontanitas dalam pengabdian.
3.    Inovasi dan kreativitas.
4.    Keberanian dan keterbukaan dalam menyerap nilai-nilai dan gagasan baru.
5.    Keinginan untuk segera mewujudkan gagasan baru.
6.    Keteguhan janji dan keinginan untuk menampilkan sikap dan kepribadian mandiri.

Berdasarkan potensi pemuda itu, maka langkah yang paling tepat untuk membawa Negara ini kearah yang lebih baik adalah dengan memberi peluang partisipasi aktif kepada pemuda.   Oleh karena itu orientasi pembangunan Negara seharusnya memberi penekanan khusus kepada pemuda.   Prioritas pembangunan pemuda Indonesia meliputi 2 hal pokok, yaitu Charakter Building (pembangunan karakter) dan competency improvement (pengembangan kompotensi).   Pelaksanaan prioritas ini tidak dapat terlepas dari hal yang paling mendasar yaitu peningkatan dan pembinaan wawasan kebangsaan dan petriotisme yang kuat sebagai identitas bangsa.

Wawasan kebangsaan adalah cara pandang terhadap eksistensi diri yang bersifat dinamis, senantiasa mengikuti perkembangan zaman dan selalu berinteraksi dengan seluruh dimensi kehidupan masyarakat.   Wawasan Kebangsaan Indonesia adalah cara pandang yang harus dimiliki oleh setiap pribadi warga Negara Indonesia yang berjiwa Pancasila.

Pada hakekatnya pribadi yang berwawasan kebangsaan dan patriotisme adalah pribadi yang memiliki prinsip :

1.    Prinsip keteladanan.
2.    Prinsip keyakinan.
3.    Prinsip keseimbangan.
4.    Prinsip kedaulatan rakyat.
5.    Prinsip keadilan social dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Prinsip keteladanan merupakan perilaku yang berdasarkan pada sikap dan tingkah laku yang mengutamakan keteladanan, kejujuran dan obyektif dalam kehidupan sehari-hari.   Prinsip ini tercermin perilaku yang didasarkan pada nilai-nilai luhur yang bersumber dari pancasila yaitu jiwa religious berketuhanan, memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi, semangat persatuan dan kesatuan, karya social berdasarkan nilai gotong royong dan terus menerus meningkatkan kesejahteraan social bagi seluruh masyarakat.   Pribadi patriot nasional Indonesia hendaknya berpegang teguh pada prinsip moral pancasila, sebagai faham idiologi bangsa Indonesia dalam mengabdi secara tulus dan ikhlas untuk kepentingan masyarakat, Bangsa dan Negara.

Prinsip keyakinan merupakan idealisme dan cita-cita untuk membangun masyarakat dan bangsa Indonesia yang adil dan makmur.   Oleh karena itu pendidikan kepemimpinan pemuda Indonesia harus dibangun untuk memiliki etos kerja yang tinggi sebagai tanggungjawab terhadap tugas sosial kemasyarakatan.   Wujud keyakinan ini adalah :

1.    Mensyukuri kekayaan alam sebagai rahmat Tuhan.
2.   Mengelola kekayaan alam tersebut untuk kemakmuran seluruh masyarakat secara adil.
3.    Melestarikan alam dengan eksploitasi secara ramah lingkungan.
4.    Membela tanah air dan Negara dari gangguan dan ancaman bangsa-bangsa lain.
5.    Merasa sederajat dengan bangsa-bangsa lain dunia.
6.   Merdeka dan bebas menentukan nasib sendiri tanpa tergantung pada bangsa lain.
7.    Mandiri dalam pelaksanaan ekonomi.

Prinsip keseimbangan merupakan upaya untuk memiliki keserasian antara sikap mental, kemampuan berpikir dan kesehatan lahir bhatin.   Pendidikan kepemimpinan pemuda Indonesia harus mempertimbangkan keseimbangan antara cipta (kekuatan penalaran), rasa (sikap mental, moral dan budi luhur) dan karsa (perbuatan yang didasarkan pada nilai moral kemanusiaan yang adil dan beradab).   Disamping juga diperlukan keseimbangan antara individualitas dan integritas, yaitu berlatih untuk menjadi pribadi berkesadaran tinggi, disiplin yang kuat dan tanggung jawab yang besar terhadap kehidupan pribadi maupun kehidupan sosial  kemasyarakatan, berbangsa dan bernegara.

Prinsip kedaulatan rakyat merupakan sikap mental dan moral kejuangan yang didasarkan pada asas demokrasi, sehingga dalam praktek kehidupan berpolitik, sehingga dalam kehidupan berpolitik, pengambilan keputusan didasarkan pada asas musyawarah mufakat.   Mayoritas tidak meniadakan minoritas dan minoritas tidak memaksakan kehendak pada mayoritas.   Pendidikan kepemimpinan pemuda dikembangkan kearah saling asih, asah dan asuh serta penghindaran sikap kesombongan, kecongkakan dengan mengedepankan saling tenggang rasa.   Pada praktek kehidupan  ekonomi di dasarkan pada asas kekeluargaan dan koperasi.

Prinsip keadilan social berarti bahwa perjuangan selalu bertujuan agar masyarakat memiliki kehidupan yang tentram lahir dan bhatin, tanpa ada penindasan serta bebas dari kebhatilan.   Pada konteks ini pendidikan kepemimpinan pemuda harus diarahkan agar pemuda selalu memiliki kesadaran untuk menguasai kemampuan membangun ekonomi kerakyatan yang merata, kemakmuran yang sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia.

Realitas ini, memberi isyarat kepada kita terhadap pentingnya strategi pembangunan pemuda Indonesia.   Strategi yang dapat dilakukan adalah :

1.    Membangun moral dan budhi pekerti luhur dan suci.
2.    Membangun sarana dan prasarana fisik dan non fisik dengan mengedepankan kepentingan bangsa dan Negara diatas kepentingan pribadi, kelompok atau golongan.
3.    Membangun sumber daya manusia (human resources), dengan keteladanan, solidaritas, gotong royong, sopan santun, ramah tamah, saling menghormati dan saling menghargai serta memberi kepekaan sosial.
4.    Membangun semangat juang dan cinta tanah air.
5.    Membangun future mapping (pemetaan kedepan) sebagai blue print for nation character building (cetak biru untuk pembangunan karakter nasional).

Sebagai indikator dari wujud pembangunan pemuda Indonesia ini dapat dilihat dari :

1.    Pemberdayaan pemuda untuk membangkitkan potensi pemuda guna berperan serta dalam pembangunan.
2.    Pengembangan pemuda untuk menumbuhkembangkan potensi manejheria, kewirausahaan dan kepeloporan pemuda.
3.    Perlindungan pemuda dan dalam menghadapi demoralisasi, degradasi nasionalisme, tindakan destruktif, regenerasi dan perlindungan hak dan kewajiban pemuda.

Dengan pola, strategi semacam ini, Negara dan bangsa ini akan memilikan orang-orang berkualitas, memiliki identitas, memiliki identitas diri untuk membangun bangsa, melanjutkan cita-cita perjuangan mencapai tujuan nasional.   Akhirnya dimasa depan akan lahir pemimpin-pemimpin bangsa dari generasi muda yang berwawasan kebangsaan, cinta tanah air yaitu pemuda yang memiliki intelektualitas dan perilaku yang luhur untuk mengantar Bangsa Indonesia kepada masa kejayaan.

Hang Tuah pernah berkata : “Tiada Pernah Pemuda Menyerah di Bumi…”.

Jayalah Pemuda Indonesia…!

Penulis adalah :
-       Ketua Yayasan Pendidikan 45 Jayapura.
-       Wakil Ketua DPD GRANAT Prov. Papua.
-       Wakil Ketua GM FKPPI Prov. Papua.
-       Ketua Bidang Pendidikan KKSS Prov. Papua.
-       Alumnus KADER BANGSA Tingkat Nasional.
-       Alumnus TAKORNA FKPPI Nasional.

Sumber : Koran Cenderawasih Pos edisi 9 Nopember 2013.

0 komentar: