Berita
MENYAMBUT DATANGNYA FIBER OPTIK DI PAPUA
Jayapura (23/11) – Dalam memperluas jaringan kabel fiber serat optik (fiber optic) PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) memprakarsai pembangunan di kawasan timur Indonesia. Pembangunan serat optik kali ini dibangun di tanah Papua. Investasi proyek ini mencapai US$ 71,1 juta.
Proyek
yang digelar ini dibagi menjadi 2 bagian yakni wilayah pembangunan serat optik
di kawasan Papua Utara dengan rute Sorong - Manokwari - Biak - Jayapura.
Sedangkan yang kedua adalah papua Selatan dengan rute Fakfak - Kaimana -
Timika. Pembangunan ini ditargetkan akan selesai dan mulai beroperasi pada
November 2014. Seperti
yang di ungkapkan oleh Direktur Utama Telkom Arief Yahya mengatakan bahwa “hal
ini merupakan bagian dari program Telkom untuk mewujudkan konektifitas di
kawasan timur Indonesia”. Proyek yang dinamai Papua Cable System ini pun adalah
sebuah program Telkom yakni Digital Network 2015 dan percepatan MP3EI.
Fiber
serat optik atau yang dikenal fiber optic merupakan Kabel yang memiliki inti
serat kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal antar terminal sering
dipakai sebagai saluran BACKBONE
karena kehandalannya yang tinggi dibandingkan dengan coaxial cable atau kabel Unshielded
Twisted Pair (UTP). Kabel ini tidak terpengaruh oleh cuaca dan panas. Yang
memungkinkan untuk di pergunakan di wilayah Papua karena mengingat daerah
pegunungan, yang selama ini, masih sering terjadi kendala karena cuaca apabila
menggunakan satelit. Fiber
optic sendiri memiliki kelebihan dibandingkan dengan media kabel lainnya dalam
hal pengiriman data kecepatan tranfernya yang sangat tinggi. Sehingga fiber
optic mampu mentransfer data yang cukup jauh yaitu antara 2500 meter tanpa
bantuan perangkat repeater. Selain itu kabel ini tahan terhadap interferensi
dan frekuensi-frekuensi yang ada di sepanjang jalur instalasi, tidak hanya itu
kabel ini memiliki ukuran yang cukup
kecil dan ringan sehingga tidak banyak memakan tempat dalam
instalasinya.
Bagian
fiber optik itu sendiri dapat di bagi menjadi 3 bagian. Diantaranya yang
pertama single mode yaitu serat optic dengan core yang sangat kecil, sekitar 8
mikro meter. Yang kedua multi mode step
index yaitu serat optik yang sedikit lebih besar dibandingkan single mode
dengan 10 micro meter. Yang ketiga Multi
Mode Grade Index yaitu serat optic dengan diameter terbesar dibanding dua jenis
lainnya. Jenis yang ini jarang di pergunakan dikarenakan urusan alasan
tertentu. Dengan
dimulainya pembangunan infrastruktur ini dirasa akan mampu mengoptimalisasi
segala informasi yang diperoleh melalui media online guna memperlancar
pembangunan maupun di bidang perekonomian khususnya di wilayah timur yaitu Papua,
sehingga wilayah pelosok pun dapat mengakses informasi lebih cepat dan tepat.
Manfaat yang lainnya pun
dapat dirasakan apabila tergelarnya fiber optik di Papua, diantarannya keterbatasan informasi yang
selama ini menjadi kendala dapat segera teratasi, menumbuh kembangkan
perekonomian atas informasi yang di dapat, mencerdaskan generasi muda di bidang
pendidikan sehingga memotivasi akan kemajuan di tanah Papua.(WDA/Cend)

0 komentar: