UPAYA PENINGKATAN PENGAMANAN OBYEK VITAL NASIONAL
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, semakin ketatnya persaingan dunia dan perkembangan jaman yang semakin pesat, tentunya akan menimbulkan berbagai ancaman dan gangguan baik ancaman dari dalam maupun dari luar negeri terhadap keutuhan wilayah bangsa Indonesia. Untuk mencegah semakin meningkatnya ancaman dan gangguan terhadap obyek vital nasional termasuk aksi terorisme yang menyangkut hajat hidup orang banyak, pemerintah telah mengeluarkan keputusan untuk mengatur langkah-langkah pengamanan terhadap Obyek Vital yaitu Keppres No. 63/2004 tentang pengamanan obyek vital nasional.
Dalam Keppres No.63/2004 pemerintah menyebutkan bahwa obyek vital nasional merupakan kawasan/lokasi/bangunan/instansi dan/atau usaha menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan/atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis. Pengelola obyek vital nasional adalah perangkat otoritas dari obyek vital nasional. Obyek vital nasional yang bersifat strategis memenuhi salah satu, sebagian atau seluruh yang mempunyai ciri-ciri dapat menghasilkan kebutuhan pokok sehari-hari, ancaman dan gangguan terhadapnya mengakibatkan bencana terhadap kemanusiaan dan pembangunan, kekacauan transportasi dan komunikasi secara nasional serta terganggunya penyelenggaraan pemerintah negara.
Pengamanan obyek vital nasional yang merupakan bagian organik atau termasuk dalam lingkungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dilakukan oleh TNI. Sesuai dengan undang-undang TNI No.34 tahun 2004, TNI adalah alat pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), bertugas melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi keselamatan bangsa, menjalankan operasi militer untuk perang (OMP) dan operasi militer selain perang (OMSP), dan mengamankan obyek vital nasional yang bersifat strategis.
Selain itu, tugas TNI untuk melaksanakan matra darat di bidang pertahanan, menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dengan negara lain, melaksanakan pembangunan dan pengembangan kekuatan matra darat serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat dan membantu pemerintah dalam penanganan pelayaran dan penerbangan terhadap pembajakan, perompakan dan penyelundupan serta mengatasi konflik horizontal, konflik vertikal maupun tindakan anarkis.
Dalam mengatasi Konflik Horizontal , TNI melaksanakan Operasi Teritorial, Operasi Intelijen, Penindakan Huru Hara, Pengamanan Obyek Vital dan tindakan tegas untuk memisahkan dan melokalisir kelompok-kelompok yang bertikai dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Pada Konflik Vertikal Operasi Bantuan Kamtibmas dilaksanakan dalam bentuk Operasi Teritorial yang didukung Operasi Yustisi dan Penerangan, Operasi Intelijen, Operasi Sandi Yudha, Operasi Penyekatan Laut dan Operasi Pengamatan Udara serta melaksanakan tindakan tegas untuk mengatasi aksi bersenjata yang mengganggu keamanan dan keselamatan rakyat. Dalam mengatasi Tindakan Anarkhis, TNI melaksanakan penindakan huru-hara, melaksanakan pengamanan terhadap obyek vital nasional/ daerah, pengamanan simbol-simbol kenegaraan dan sentra-sentra perekonomian, melaksanakan penindakan huru-hara dan melaksanakan tindakan keras dalam keadaan terpaksa untuk membela diri, melindungi keselamatan orang lain, menjaga kehormatan atau kesusilaan dan harta benda karena adanya serangan atau ancaman pada jarak dekat dan bersifat melawan hukum.
Salah satu contoh langkah dalam pengamanan obyek vital nasional strategis disektor energi yang dikelola perusahan PT. Pertamina seperti aset-aset hulu migas, geothermal, kilang-kilang minyak, terminal BBM, hingga SPBU yang digunakan untuk menyalurkan kebutuhan BBM nasional, TNI/Polri telah melaksanakan kerjasama dengan PT. Pertamina Persero, dimana penandatanganan dilakukan antara Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Kepolisian RI Timur Pradopo di Jakarta pada tanggal 18 Juni 2013. Nota kesepahaman dimaksudkan untuk mengatur kerja sama antara TNI/Polri dan PT. Pertamina dalam upaya pengamanan obyek vital nasional strategis, khususnya aset-aset operasional, produksi dan distribusi produk energi yang dikelola oleh PT. Pertamina.
Dengan adanya nota kesepahaman ini, dalam jumpa persnya pada hari selasa 18 Juni 2013, Karen mengharapakan kerja sama yang sudah terjalin selama ini dapat berjalan semakin baik, mampu memaksimalkan pengamanan aset-aset vital Pertamina yang juga menjadi obyek vital bangsa Indonesia.
Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal TNI Moeldoko dalam kunjungan kerja di Kementrian ESDM pada tanggal 10/12/2013 menegaskan bahwa jajaran TNI siap membantu Kementrian Energi dan Sumber daya Mineral untuk mengamankan obyek vital nasional disektor Energi dan Sumber daya Mineral (ESDM). Ini adalah kesempatan pertama bagi Panglima untuk audiensi dengan jajaran Menteri, Panglima memandang ESDM adalah sebuah institusi yang di dalamnya ada obyek-obyek vital nasional yang menyangkut hajat kelangsungan kehidupan rakyat indonesia yang harus diamankan. Selain itu juga bertujuan untuk dapat memahami lebih jauh kegiatan sektor ESDM dan memperkuat komitmen TNI untuk mengamankan obyek-obyek vital nasional. TNI harus memberikan dukungan sepenuhnya, TNI mempunyai kekuatan dan kemampuan, harus bisa memberikan kontribusi yang penuh terhadap keamanan investor.
Dari hasil analisa yang telah diuraikan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa peran dan tugas TNI sangat penting dalam melaksanakan kebijakan pertahanan negara untuk menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah dan melindungi keselamatan bangsa, serta dapat mengamankan obyek vital yang bersifat strategis yang menyangkut hajat kehidupan umat bangsa Indonesia.(Wk/Cend).
Referensi :
- Keppres No. 63/2004
- UU TNI No. 34/2004

Karawang Internasional Industri City
KUNJUNGAN MSG KE PAPUA
Jayapura (15/1), Organisasi Regional Negara Pasifik Selatan atau yang dikenal dengan Melanesia Spearhead Group (MSG) melaksanakan kunjungan resmi ke Indonesia pada tanggal 13 Januari 2014 khususnya di Provinsi paling timur Indonesia, Papua. Kunjungan MSG yang beranggotakan Papua Nugini, Vanuatu, Fiji, New Caledonia, dan kepulauan Solomon ini dalam rangka “Promoting Economic Ties & Development Cooperation” atau kunjungan untuk kerjasama dalam bidang ekonomi dan pembangunan. MSG sangat antusias untuk melaksanakan kerjasama dengan pemerintah Indonesia karena melihat pesatnya pembangunan di Indonesia khususnya wilayah Papua. Rombongan tersebut dihadiri oleh Ratu Inoke Kabuabola (Menlu Fiji), Hon Rimbink Pato MPA (Menlu PNG), Hon Soalaoi Clay Forau (Menlu Solomon), Joe Natuman, Yvon Faua (FLNKS), Kaliopate Tavola, Ratu Seremaia (Dubes Fiji) dan Peter Ilau (Dubes PNG).
Dalam kunjungannya di Papua, delegasi MSG berkesempatan melakukan audiensi dengan Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP, MH, Audiensi MSG dengan Gubernur terfokus pada masalah bagaimana Papua dapat menjalankan roda perekonomian dengan cepat dan lancar. Gubernur juga menjelaskan pencapaian yang telah diraih oleh pemerintah Provinsi Papua dari waktu ke waktu. Kunjungan MSG kemudian dilanjutkan ke SMK 1 Jayapura, disini delegasi MSG melihat langsung proses belajar mengajar dan bagaimana kualitas mutu pendidikan di Jayapura baik dari sarana prasarana, tenaga pendidik maupun sistem pendidikan itu sendiri. Selanjutnya delegasi MSG mengunjungi Bank Papua untuk mempelajari sistem perekonomian dan sistem perbankkan yang dikelola oleh Bank Papua sebagai pelopor dunia usaha khususnya di Papua.
Sebelumnya, usai bertemu direksi Bank Papua, sebagaimana disampaikan oleh Kabid Humas Polda Papua, AKBP Sulistiyo Pudjo, SIk, Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Mr. Hon Rimbink Pato mengatakan kunjungan ke Papua kali ini membuat Menlu Papua New Guinea ini terkejut. “Menlu PNG mengatakan Papua sudah sangat maju berbeda jauh dengan kelompok MSG sendiri karena tidak sama seperti yang di gembor-gemborkan oleh kelompok di Noumea, Fiji,” kata Kabidhumas, mengulangi perkataan Mr. Hon Rimbink Pato, “Saat ditanyakan apa yang dilihat antara masyarakat Papua dan Pendatang? Mr. Hon mengungkapkan bahwa orang Melanesia di Tanah Papua ini bekerjasama dengan baik bersama orang lain. Dan kunjungan ini juga memungkinkan adanya kerjasama dari berbagai bidang.” tambah Kabidhumas. Lanjut Kabidhumas Polda Papua, Menlu PNG melihat kemungkinan kerjasama di berbagai bidang akan dilaksanakan antara Indonesia dengan MSG.
Kunjungan resmi delegasi MSG diharapkan dapat mempererat hubungan yang baik antara Indonesia dengan negara-negara pasifik seperti yang disampaikan Menlu PNG, “Kunjungan ini untuk mempererat hubungan antara orang Melanesia dengan Indonesia yang sama-sama orang Pasifik,” ujar Menlu PNG.
Guna kelancaran kegiatan tersebut, jajaran TNI dan Polri siap membantu mengamankan jalannya kunjungan delegasi MSG. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan kunjungan tersebut dapat berjalan lancar, aman dan tertib sesuai dengan harapan dan rencana kegiatan.
Sesuai rencana yang telah disusun dan efektifitas waktu serta keinginan delegasi MSG untuk melihat kemajuan pembangunan disekitar Jayapura dari udara, rombongan delegasi MSG menggunakan pesawat helikopter milik PT. FI menuju bandara Sentani. Turut melepas rombongan delegasi MSG ini, diantaranya Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Hinsa Siburian, Wakapolda Papua Brigjen Pol Drs. Paulus Waterpauw serta jajaran Staf Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua dan Pemda Papua.(Prd/Cend).
JADILAH DIRI PRIBADI YANG KOKOH UNTUK KEPENTINGAN UMUM
Tuhan YME menciptakan alam semesta dengan bentuk yang
berbeda-beda, begitupun juga dengan mahluk hidup yang namanya manusia. Manusia memiliki
perbedaan yang signifikan mulai dari bentuk/fisik tubuh, kulit, rambut maupun cara
berpikir, mengapa..?, karena perbedaan disini mempunyai tujuan agar manusia bisa saling melengkapi dan
saling membutuhkan.
Manusia dilahirkan sebagai mahluk yang sempurna, memiliki
tubuh, otak dan hati, dibandingkan dengan mahluk
hidup yang lain, manusia memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda untuk
mencapai kesuksesan, memiliki batasan dalam berpikir yang dapat dirubah melalui
kebiasaan-kebiasaan yang positif, memiliki kesempatan yang baik untuk menjalani
kehidupan yang lebih sempurna, mampu mengontrol suasana hati, perasaan dan
emosi.
Otak manusia apabila sering dilatih untuk membiasakan membaca/menganalisa sesuatu dengan cepat, maka semakin bertambah
kemampuan otak kita untuk menerima pesan-pesan yang disampaikan lawan bicara
kita, begitupun juga dengan hati/perasaan, apabila kita membersihkan hati dari
prasangka-prasangka buruk, kita dapat merasakan apa yang orang lain rasakan.
Gunakanlah akal untuk berpikir mencari gagasan-gagasan baru yang bagus dan
gunakanlah hati untuk menerima hasil gagasan yang bagus.
Dalam melaksanakan suatu pekerjaan yang baru dialami,
yakinlah kita mampu untuk menyelesaikannya dengan baik, walaupun awalnya terkadang
bingung dan ragu-ragu, namun apabila kita laksanakan dengan semangat lama
kelamaan akan terbiasa (bisa karena terbiasa), orang jawa bilang “ilmu katon”
(ilmu yang kelihatan), artinya semua ilmu bisa kita
pelajari dan bisa kita aplikasikan, asalkan ada niat dan kemauan untuk berbuat serta belajar dengan sungguh-sungguh, tulus dan
ikhlas karena keberhasilan/kesuksesan seseorang tergantung pada perjuangan diri
pribadi masing-masing dan selalu berpikir positif (positive thinking).
Selalu percaya diri (yakin) pada
setiap tindakan yang akan diambil apapun hasilnya, agar kita tahu dimana letak
kesalahan kita dalam mengambil keputusan, dan segera
memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat, belajar dan teruslah
belajar untuk memperbaiki diri sendiri dan selalu minta pendapat dari orang
lain yang benar-benar mampu memberikan motivasi untuk memperbaiki diri, untuk
menjadi diri sendiri memang memerlukan waktu dan keberanian, untuk itu
berpikirlah secara dewasa agar mampu membedakan pengaruh-pengaruh yang baik
maupun pengaruh-pengaruh yang buruk dari lingkungan.
Kemampuan yang dimiliki seseorang merupakan bukti adanya
kekuatan dari Tuhan YME, untuk itu tidak ada yang perlu ditakuti dan diragukan lagi
untuk berbuat yang terbaik, sebagai contoh: “Ada seseorang yang memiliki
kemampuan lebih, tetapi dinilai tidak memiliki kemampuan, akhirnya orang
tersebut digeser pada posisinya, namun apabila seseorang tersebut yakin bahwa Tuhan
YME yang menentukan segalanya, ia akan tetap bersemangat untuk menjalankan
tugas dan melakukan perbuatan-perbuatan yang lebih baik”. Siapapun yang mau berniat
buruk akan kedudukan seseorang kalau bukan kehendak Tuhan YME, niat buruk itu
tidak akan terjadi.
Selalu mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan YME, atas berkah
dan hidayahNya, dengan rasa syukur atas apa yang sudah kita dapat, akan menambah
keyakinan dan keimanan seseorang kepada Tuhan YME. Menjadi diri pribadi untuk
menentukan sikap hidup yang lebih baik, akan membawa seseorang lebih mengenal
jati dirinya sendiri dan ia akan melakukan kegiatan-kegiatan yang berguna bagi
dirinya sendiri lebih-lebih untuk kepentingan umum. Untuk itu mulailah dari hal
yang kecil dari kebiasaan sehari-hari, jagalah hati dari kerapuhan agar kita tetap
dapat melangkah menuju masa depan yang cemerlang.
Selamat beraktifitas...!
Semoga Tuhan YME selalu menuntun kita di jalan yang diridhoi, Aamiin.
Kepemilikan Rumah dan Peningkatan Profesionalisme Anggota TNI AD
Pagi ini Felix tampak begitu bersemangat, setelan
hijau Army yang sudah disetrika licin dan disiapkan istri tercinta sudah
dikenakan sejak jam 5 pagi. Rupa-rupanya Ia tidak nyenyak tidur sejak tadi
malam, selembar kertas terbungkus amplop coklat berisi undangan akad kredit berkali-kali
dibuka dan ditutup kembali tanda Ia gelisah.
Pagi ini Felix akan menandatangani sebuah dokumen bersejarah, dokumen
yang akan segera mengubah hidupnya dan hidup genersinya, Felix akan segera memiliki
rumah yang selama ini menjadi impiannya.
Begitulah ilustrasi saat-saat mendebarkan ketika seorang
prajurit TNI menghadapi momentum bahagia, momentum dimana Ia akan segera
memboyong keluarganya untuk hidup bersama dalam rumah tangga mereka sendiri,
rumah tangga seperti yang menjadi impian mereka. Bisa dibayangkan betapa
bahagianya memiliki sebuah rumah, tempat dimana istri dan anak-anak menyambut dengan
senyum mereka saat prajurit pulang dari tugas mulia. Sandang (pakaian), pangan
(makanan pokok) dan papan (tempat tinggal) adalah 3 hal yang sejak sekolah
dasar telah dikenalkan sebagai kebutuhan dasar manusia. Selama tiga hal tersebut
belum terpenuhi maka hidup terasa begitu kurang sempurna.
Ledakan penduduk dan inflasi membuat banyak orang di negeri
ini kehilangan kesempatan untuk memiliki rumah mereka sendiri. Cara berpikir lama
untuk membeli tanah, menanam pohon kayu dan mengumpulkan material bangunan
sedikit demi sedikit menjadi tidak efektif. Membeli rumah jadi dan segera
menempatinya adalah pilihan banyak orang saat ini. Dengan begitu seseorang
tidak disibukkan oleh kegiatan-kegiatan persiapan membangun rumah yang
berkepanjangan hingga menggganggu pekerjaan pokoknya. Demikian juga dengan
seorang prajurit, mereka dituntut untuk konsentrasi menjalankan tugas negara,
mereka harus siap berpindah dari satu tempat ketempat lain. Kondisi seperti ini
tentu sangat memberatkan jika mereka juga harus berpikir menyiapkan pembangunan
rumah.
Membeli rumah siap huni memang sebuah pilihan, tapi dari
mana mereka mendapatkan uang? Berapa tahun seorang prajurit berpangkat kopda harus
menabung untuk membeli sebuah rumah dengan pembayaran kontan?. Bank-bank konvensional
telah lama memberikan produk pinjaman kredit kepemilikan rumah (KPR). Namun
demikian, karena visi bank konvensional adalah bisnis maka bunga KPR pun masih
dirasa terlalu tinggi untuk kelompok tertentu. Besar angsuran 1/3 dari
penghasilan (gaji) yang dipatok oleh bank konvensional masih memberatkan
anggota. Persoalan ini harus segera dijawab untuk
menjamin kesejahteraan anggota TNI, dibutuhkan instiitusi yang peka dan
pemimpin yang memahami persoalan prajurit untuk menjawab itu semua.
Tahun 1986 adalah titik balik dari rumitnya persoalan
kepemilikan rumah yang layak bagi anggota TNI. Pada tahun itu pimpinan TNI AD
(Tentara National Indonesia Angkatan Darat) mencoba mengurai persoalan dengan inisitiatif
gotong-royong mewujudkan impian bersama melalui tabungan wajib. Pada tahun itu
sebuah badan yang kemudian disebut BP TWP AD (Badan Pengelola Tabungan Wajib
Perumahan Angkatan Darat) didirikan untuk mengelola tabungan wajib tersebut.
BP TWP AD adalah
badan ekstra struktural di bawah Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) yang
bertugas untuk mengelola dana tabungan wajib perumahan (TWP). Dalam hal ini
memberikan subsidi angsuran kepada anggota yang mengambil KPR dan pengembalian
tabungan (baltab) bagi anggota yang sudah pensiun.
Kebijakan pimpinan Angkatan Darat
untuk terus meningkatkan kesejahteraan personel Angkatan Darat, diintegrasikan
dengan program yang dilaksanakan secara komprehensif guna memenuhi tuntutan
kebutuhan hidup personel Angkatan Darat, sehingga dalam pelaksanaan tugas pokok
yang menjadi tanggung jawabnya dapat terlaksana dengan baik dan maksimal.
Adapun indeks iuran TWP saat itu bervariasi disesuaikan dengan pangkat/golongan
dari mulai pangkat terendah sampai pangkat tertinggi yaitu sebesar Rp. 2.500,-
sampai dengan Rp. 6.500,-. Pada tahun 2009 indeks iuran TWP ini dinilai sudah
tidak memadai lagi dihadapkan kepada pemenuhan kebutuhan perumahan bagi
personel Angkatan Darat, oleh sebab itu pimpinan Angkatan Darat meningkatkan indeks
iuran TWP menjadi Rp. 50.000,- untuk semua pangkat/golongan. Dana tersebut akan
digunakan sebagai pinjaman kepada peserta TWP untuk membeli rumah melalui KPR
Swakelola BP TWP AD.
TWP merupakan tabungan yang
bersifat wajib bagi peserta TWP dimana peserta TWP itu sendiri adalah seluruh
anggota militer Angkatan Darat dimanapun mereka ditugaskan, baik dijajaran unit
organisasi Angkatan Darat maupun di luar unit organisasi Angkatan Darat serta
seluruh anggota pegawai negeri sipil Angkatan Darat (PNS AD) dan calon pegawai
negeri sipil yang bertugas di jajaran unit organisasi Angkatan Darat. Hak
peserta TWP adalah: 1) Menerima pengembalian tabungan beserta nilai tambahnya
dengan bunga sebesar 5%/ tahun anuitas,
2) Bagi anggota yang sudah menerima subsidi angsuran KPR, maka tabungan akan
dikembalikan sesuai dengan hak-hak yang harus diterima, 3) Memperoleh kepastian
kepemilikan rumah pribadi, 4) Memperoleh informasi tentang jumlah tabungan dan
nilai tambahnya, 5) Menyampaikan saran atau pendapat yang bersifat membangun
dan 6) Bagi peserta TWP yang di berhentikan dengan tidak hormat (disersi/
dipecat) dapat mengambil baltabnya. Disamping hak peserta TWP tentunya juga
memiliki kewajiban sebagai peserta TWP yaitu : 1) Menabung setiap bulan sesuai
ketentuan, yang dilaksanakan oleh juru bayar, 2) Mengurus segala sesuatu yang
berkaitan dengan persyaratan untuk mendapatkan KPR, 3) Mengangsur KPR selama
masa angsuran bagi peserta yang mengambil KPR.
KPR Swakelola BP
TWP AD adalah suatu usaha kepemilikan rumah oleh peserta TWP dengan cara
mengangsur kepada BP TWP AD melalui mekanisme pemotongan gaji yang dilaksanakan
oleh pejabat/ petugas jajaran keuangan Angkatan Darat. Dalam pengadaan perumahan BP TWP AD bekerja
sama dengan para pengembang yang telah ditunjuk oleh Kotama/ Balakpus dalam hal
ini melalui Puskopad. Saat ini BP TWP AD telah memberikan kesempatan bagi
seluruh peserta TWP untuk mengambil KPR di lokasi perumahan yang disesuaikan
dengan keinginan para peserta TWP dimanapun mereka ditugaskan. Suatu misal seorang prajurit atau PNS TNI AD
yang berdinas di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih berkeinginan mengambil KPR di
wilayah Kodam IV/Diponegoro dapat dikoordinasikan dengan puskopad yang berada
di wilayah Kodam IV/Diponegoro. Adapun besar dana yang akan diberikan kepada
peserta TWP disesuaikan dengan pangkat dan golongan dan disesuaikan dengan sisa
masa dinas peserta TWP, dimana besar angsuran yang akan dibayarkan kepada BP
TWP AD tidak melebihi dari 1/3 penghasilan (gaji) peserta TWP.
Perbedaan KPR
Swakelola BP TWP AD dan KPR melalui Bank Umum yang sangat menonjol adalah :
KPR Swakelola BP
TWP AD
|
KPR melalui Bank
umum
|
1. Suku bunga rendah 6%/tahun selama masa angsuran.
|
1. Suku Bunga
besar lebih kurang 13,5% disesuaikan dengan suku bunga pasaran.
|
2. Adanya jaminan kepastian untuk memiliki rumah.
|
2. Tidak ada jaminan
kepastian untuk memiliki rumah.
|
3. Tidak diperlukan uang muka.
|
3. Diperlukan
uang muka.
|
4. Dana Asabri diterima penuh.
|
4. Dana Asabri
akan diperhitungkan pada saat pensiun.
|
KPR yang lazimnya
dikerjakan oleh pihak Bank pemberi kredit, namun TNI AD telah mampu memberikan
KPR kepada prajurit dengan suku bunga yang rendah dibandingkan dengan KPR
melalui Bank umum. Hal ini merupakan langkah nyata yang dilaksanakan oleh TNI
AD dalam memberikan kesejahteraan kepada prajuritnya. Tugas yang diemban TNI AD
bukan hanya sebagai alat pertahanan negara saja namun dapat memberikan
kesejahteraan khususnya dibidang perumahan. Kebijakan pimpinan Angkatan Darat
dalam penyediaan perumahan bagi personel Angkatan Darat terintegrasi dengan
program peningkatan kesejahteraan moril yang lain secara komprehensif, salah
satu kebijakan tersebut adalah dapat memberikan jaminan kepastian untuk
memiliki rumah sendiri bagi setiap personel Angkatan Darat dengan harga yang
terjangkau, hemat dan dalam waktu yang relatif singkat.
Kebijakan pimpinan
Angkatan Darat merupakan langkah yang positif untuk meningkatkan kesejahteraan
personel Angkatan Darat serta keluarganya, sehingga keluarganya dapat
memperoleh ketenangan ditengah suasana tugas dan kehidupan sehari-hari. Selain
itu KPR Swakelola merupakan langkah yang nyata terhadap penghematan keuangan
personel Angkatan Darat dalam penyediaan perumahan. Melalui KPR Swakelola BP
TWP AD akan mempercepat proses penyediaan rumah dalam jumlah yang memadai,
sehingga personel Angkatan Darat mampu melaksanakan tugas dengan baik. Kebijakan
BP TWP AD adalah sebuah inisiatif yang memberikan perubahan besar pada
kehidupan personel TNI AD. kebijakan-kebijakan sejenis akan terus dikembangkan
untuk memberikan dukungan pada peningkatan profesionalisme TNI AD dan untuk
meningkatkan kesejahteraan bagi keluarga personel TNI AD.
Rumah Non Dinas KPR Swakelola BP TWP AD :
0 komentar: